Singo Edan !

AREMANIA (SUPPORTER AREMA) JAKARTA
THE PRIDE OF MALANG IS
AREMA FOOTBALL CLUB, YOU WILL NEVER DIE
Jl. Terusan Tidar Sakti Kav. 9 Malang (0341) 562416
Jl. Cililin I Nomor 15, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

E-mail : dewata@infoasia.net dan arema_98@yahoo.com
Jam Kerja (021) 7211263
(Harie Pandiono Paimin), Langganan : arema-l

 

EDISI AGUSTUS 1998

AREMA KEPANJANGAN DARI AREK MALANG (ORANG YANG LAHIR, MENJIWAI, TINGGAL ATAU YANG PERNAH DIBESARKAN DI KOTA MALANG), AREMANIA ADALAH SUPPORTER SUPER FANATIK PS. AREMA YANG MEMBERI ROH KEHIDUPAN, MEMBANTU PS. AREMA, MEMBERI NUANSA LAIN BAGI PS. AREMA NAMUN TIDAK BERBENTURAN DENGAN SUPPORTER LAWAN.

AREMANIA JAKARTA SEBUAH KOMUNITAS KUMPULAN SUPPORTER PS. AREMA YANG MASIH MURNI (PURE) MENDARAHI JIWA AREMA, MEMBANTU PS. AREMA, HADIR DI STADION DENGAN PENUH KESADARAN, BERNYANYI, NONTON BAYAR DARI KANTONG SENDIRI DIMANAPUN AREMA BERLAGA. TANPA BERHARAP IMBALAN SECUIL APAPUN DARI NAMA BESAR AREMA. KECUALI KEMENANGAN.

DARI AREMANIA UNTUK KALANGAN AREMANIA SENDIRI, TIDAK UNTUK DIJUAL


BERITA AREMANIA JAKARTA


PEBULUNGTANGKIS AREK MALANG H. HENDRAWAN PERINGKAT 3 DUNIA

Setelah berhasil jadi jawara di Singapore,pebulu tangkis Arek Malang H. Hendrawan berhasil menyodok ranking menjadi peringkat 3 dunia. "Ternyata Hendrawan dengan usia matang berhasil jadi juara" ucap pelatih Christian Hadinata. Bila Arek Malang akan berlaga di Senayan Jakarta suatu saat nanti pasti Aremania akan hadir mendukung setiap Arek Malang yang mengharumkan nama daerah, bangsa dan negara.


MORENO SOEPRAPTO JUARA 3 FORMULA ASIA DI SENTUL CIRCUIT BOGOR

Sentul 3 Agustus 1998

Pembalap muda andalan Indonesia pada ajang kejuaraan Formula Asia, Moreno Soeprapto yang juga anak dari Tinton Soeprapto (AREMA) berhasil meraih posisi juara ketiga pada kejuaraan Formula Asia di Sirkuit Sentul Internasional Bogor baru-baru ini.


PEMILIHAN WALIKOTA MALANG KISRUH

Hingga berita ini ditulis masih belum ada kejelasan calon walikota Malang periode 1998-2002. Mengingat Mendagri belum menyetujui calon walikota yang diajukan oleh DPRD Kodya Malang. Sejak awal pemilihan calon walikota Malang memang kisruh terus. Hal ini ditandai dengan tidak masuknya Kol. Priyo Handoko ke bursa calon padahal banyak surat-surat masuk mendukung Kol Priyo Handoko bahkan dari sekitar 16 bakal calon nampaknya Kol Priyo Handoko menduduki peringkat pertama. Ini menunjukkan bahwa di era reformasi masih ada praktek-praktek rezim orde baru dijalankan dalam proses pemilihan walikota, bahkan ada issue jual beli suara dan lain sebagainya. Mengingat pemilihan walikota Malang menjadi barometer pemilihan walikota di seluruh Indonesia sejak runtuhnya rejim Soeharto, sebaiknya segala praktek-praktek yang mencoba membungkam suara rakyat dihentikan. Biarkan warga Arema menentukan pilihannya sendiri, karena bila hal tersebut tidak dijalankan secara demokratis dikawatirkan akan tumbuh benih-benih ketidak senangan antara DPRD, Walikota (yang tidak dikehendaki rakyat), dan warga Arema Malang.


AREMANIA PINGGIRAN MEMBERI DUKUNGAN MORAL BUAT EBES PRIYO HANDOKO DENGAN URUNAN MENGIRIM WAKIL KE MALANG

Malang 3 Juli 1998

Sudah menjadi sikap Aremania bahwa mendukung setiap yang dilakukan oleh pentolan Arema di Jakarta adalah mutlak tanpa mengharapkan imbalan secuil apapun kecuali kebanggaan bisa membantu pentolan Arema. Wakil Areamania Jakarta hadir di Malang dalam proses pencalonan walikota Malang oleh Ebes Priyo Handoko. Wakil Aremania Jakarta mendapat biaya urunan dari Aremania pinggiran (tukang bakso, tukang parkir, penyanyi jalanan dll.) Aremania ingin menunjukkan bukti bahwa sikap persaudaraan sesama Arema masih kental dan menjiwai tiap insan Aremania.


AREMANIA HADIR DI INDOSIAR

Jakarta, 13 Agustus 1998

Lagi-lagi Aremania hadir mendapat undangan VIP di stasiun TV Indosiar mendukung petinju AREMA (Andono Doyo) bertanding. Kru Indosiar dan komentator tinju Samsul Anwar menyatakan salut kepada Aremania atas partisipasinya mendukung kegiatan tinju dengan sportif, atraktif dan inovatif. Sam Anto Baret sebagai pentolan Aremania didukung oleh Samsul Aremania Kramat Jati mengirimkan supporter lengkap dengan bedug, spanduk dan lagu-lagu mars Arema. Aremania sejak awal pertandingan mendominasi suara di studio Indosiar, bahkan beberapa pentonon sempat larut dalam menyanyikan lagu-lagu PS Arema. Petinju Andono Doyo sempat kecewa dalam pertandingan tersebut karena hasil akhir draw, meskipun diatas kertas sebenarnya yang berhak menang adalan petinju AREMA B.C.


KEPASTIAN PS. AREMA MENGIKUTI LIGA V, OKTOBER 1998

Jakarta, 19 Agustus 1998

Jika Oktober, Arema Sulit-lit (Dikutip dari Jawa Pos)

Malang, JP,-

Jika Ligina V digelar Oktober mendatang bisa menjadi sebuah mimpi bagi Arema. Pasalnya, Ir Lucky Acub Zainal yang selama ini mengendalikan Yayasan Arema, sampai kemarin tak bisa memastikan timnya ikut Ligina V. ’’Kami memang berusaha jangan sampai Arema tidak ikut Ligina V, namun kalau diputar Oktober tampaknya sulit-lit,’’ katanya kepada Jawa Pos kemarin.

Orang yang paling gigih memperjuangkan Arema agar tetap eksis ini memang tidak bisa berbuat banyak. Kondisi keuangan keluarganya sudah terseret jauh untuk mempertahankan Arema dari keruntuhan. Karena itu Lucky termasuk paling merasakan beratnya ketika PSSI memutuskan menggelar Ligina V pada Oktober.’’Sebagai penanggungjawab dan ikut membesarkan Arema dari kecil hingga menjadi juara dan begitu melekat pada hati masyarakat, tentu saya harus berbuat sesuatu,’’ ungkapnya.

Sejauh mana perjuangannya itu?’’Ya kami akan berusaha sampai berhasil. Meski sampai sekarang kami belum punya gambaran dana, namun kami akan berikhtiar terus,’’ katanya. Lucky mengakui selama Agustus ini dirinya sering kontak Tinton Suprapto dan Hayono Isman (donatur Arema). ’’Saya minta kejelasan kiprah Arema di Ligina yang akan datang. ’’Karena Tinton dan Hayono itulah yang dapat menggerakkan Arema, maka saya sering mengontaknya. Ternyata mereka tidak ingin Arema berhenti ikut kompetisi apalagi bubar, sesulit apapun ekonomi ini mereka masih menginginkan Arema ada di Ligina V,’’ tegasnya.

Pada Ligina IV Lucky masih punya tanggungan gaji selama dua bulan yang belum dibayar, bahkan semua pemain akan menuntut haknya. ’’Saya bertanggung jawab terhadap gaji tersebut, dan saya akan bayar semuanya. Tapi, seharusnya bukan hanya saya yang harus di tekan terus menerus, karena Arema merupakan yayasan. Mereka akan saya bayar setelah mobil ini laku," katanya lantas menunjukan mobil kijang warna hijau muda miliknya.

Pengalaman pahit Lucky pada saat memegang kendali Arema di Ligina IV membuat dia enggan untuk duduk sebagai manajer di kompetisi yang akan datang . ’’Lebih baik saya menangani olahraga lain, pegang sepakola benar-benar beban mental, karena tuntutan publik harus menang di setiap pertandingan, meski dengan kondisi keuangan tersendat-sendat," tegasnya.

Soal manajer yang akan datang, menurut Lucky, harus benar-benar orang yang bisa mengantarkan Arema ke puncak prestasi dan menyadari bahwa Ligina V semakin berat tantangannya dibanding Ligina sebelumnya. ’’Jangan sampai prestasi Arema yang akan datang semakin merosot. Paling tidak, harus dapat mewujudkan harapan warga kota Malang," ujarnya. (dea/ko)


KPJ (KELOMPOK PEMUSIK JALANAN) DIBAWAH BIMBINGAN SAM ANTO BARET (AREMANIA) MANGGUNG DI TVRI DISIARKAN LANGSUNG OLEH LIMA STASIUN SWASTA NASIONAL

Jakarta 16 Agustus 1998

Sangat membanggakan eksistensi KPJ dengan tampil di TVRI yang disiarkan langsung oleh lima stasiun swasta di Indonesia 16 Agustus 1998 dalam acara DIBAWAH BENDARA MERAH PUTIH. Sam Anto Baret (Aremania) vokalis KPJ yang juga pentolan AREMANIA Jakarta membawakan lagu keroncong ala pemusik jalanan yang sarat akan kreativitas karya anak negeri. Dengan personil yang berjumlah sekitar 10 orang hadir lengkap dengan ciri khas sebagai warna Pemusik Jalanan yang menyuarakan kebenaran, musik yang hakiki, musik murni suara nurani, musik asli anak Indonesia. Karena hakekat itulah hingga saat ini KPJ tetap bertahan diantara gedung-gedung pencakar langit Jakarta, diantara gemuruhnya suara mesin menderu, diantara hirup pikuknya kehidupan metropolitan. Salut Sam Anto Baret dan KPJ.


KPJ BAGI-BAGI SEMBAKO DAN PAGELARAN MUSIK

Jakarta, 17 Agustus 1998

Tahukah anda bahwa KPJ (Kelompok Pemusik Jalanan) mampu membagi sembako sebanyak 144 buah dengan harga nominal sekitar @ Rp. 15.000 an. KPJ yang notabene adalah sebuah komunitas penyanyi jalanan yang hidup dari jalanan ternyata mampu meringankan beban warga Srengseng Sawah yang baru saja mengalami musibah kebakaran dengan membagi-bagikan sembako. Sebuah niat yang tulis murni dan dijalankan dengan penuh kejujuran, kebenaran dan kerja keras akan menghasilkan sesuatu yang sangat berarti dan membanggakan bagi kelompok manusia yang membutuhkan dinegeri yang sedang dilanda krisis multi dimensi ini.

Disamping membagikan sembako pada siang hari, malam harinya diisi pagelaran seni dengan judul NEK BERJUANG KUDU ONOK MERDEKAE, NEK TIRAKATAN KUDU ONOK TUTUKE, acara diisi dengan lomba menghafal teks proklamasi kemerdekaan, sumpah pemuda dan lain-lain. Pemusik yang hadir mengisi acara diantaranya Iwan Fals, Sawung Jabo, Jocky Soeryoprayogo dan Sam Anto Baret dengan KPJ nya. Acara yang berakhir pada pukul 00:00 ini sukses tanpa halangan sekecil apapun berkat kekompakan, persatuan, persaudaraan antara panitia (KPJ) penonton dan hadiran lainnya. Disamping pertunjukan musik tersebut, diperkenalkan pula anggota KPJ yang masih muda yang pernah memerankan tokoh Tole pada film Daun Diatas Bantal garapan Kristine Hakim.


KPJ UPACARA BENDERA MEMPERINGATI KEMERDEKAAN R.I.

Jakarta, 17 Agustus 1998

Upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI tidak harus dimonopoli oleh pegawai negeri dan ABRI, tapi KPJ juga menyelenggarakan upacara dengan kidmah yang dihadiri oleh pedagang kaki lima, tukang parkir, sopir bajaj dan lain sebagainya. Upacara ini bermaksud membina dan menumbuhkan nasionalisme kepada anggota KPJ.


ARISAN AREMANIA (PINGGIRAN) JAKARTA DI DEPOK (NURUL)

Jakarta, 9 Agustus 1998

Arisan AREMANIA Pinggiran kali ini diadakan di Depok (Rumah Nurul) hadir sekitar 76 orang sekitar Kramat Jati, Depok dan Bogor. Kali ini Arisan AREMANIA lebih serius dibanding sebelumnya mengingat diadakannya pendataan anggota Aremania wilayah Kramat Jati dan sekitarnya guna pembuatan kartu anggota Aremania Pinggiran dan rencana iuran guna mendukung PS. Arema Malang dalam mengikuti liga V mendatang.


AREMANIA KRAMAT JATI DAN DEPOK UPACARA BENDERA MEMPERINGATI KEMERDEKAAN R.I.

Jakarta, 17 Agustus 1998

Sejak era reformasi Aremania ingin menunjukkan jati dirinya sebagai AREMA sejati dan mempunyai nasionalis. Hal tersebut dengan ditandai upacara memperingati Kemerdekaan R.I. diselenggarakan di Depok. Hadir Aremania sekitar Depok, Kramt Jati dan sekitarnya. Upacara yang semiinformal namun cukup kidmah ini ingin agar kerukunan, kestuan warga AREMANIA terus tumbuh dan berkembang namun tidak menghilangkan jati diri sifat AREMA. Karena yang hadir pada upacara ini adalah mayoritas supporter PS. Arema maka peserta upacara lengkap dengan baju Arema, dan atribut serta Bendera Arema namun tetap hormat kepada Sang Saka Merah Putih.


AREMANIA SEGERA HADIR DI RCTI DAN SCTV

Supporter Aremania dalam waktu yang tidak lama lagi akan hadir di RCTI mendukung petinju Arek Malang berlaga pada kejuaraan sabuk RCTI di Tangerang. Disamping hal itu, pemain bola basket dari Malang mengharapkan Aremania dapat hadir di SCTV guna mendukung Liga Bola Basket Indonesia dimana Bima Sakti adalah klub dari kota Malang yang berlaga pada kejuaraan tersebut. Hingga saat ini kepastian tentang kehadiran Aremania dikedua stasiun TV swasta tersebut masih menunggu konfirmasi final.


PENERBITAN BERITA AREMANIA MELALUI DUA BAHASA MASIH DIBICARAKAN

Banyak masukan didapat mengenai rencana penerbitan berita Aremania menjadi dua bahasa, pertama Aremania harus berwawasan nasional dan kebangsaan yaitu harus berbahasa Indonesia, Aremania harus mepunyai kekhasan/kearemaniaan sehingga banyak masukan yang menyarankan sebaiknya memakai bahasa Indonesia dengan saduran bahasa Malang (boso walikan).

Kirimkan saran/pendapat Anda ke alamat di atas


Informasi dewata@infoasia.net | Index | @rema Net | arema-l untuk berlangganan


- © 1997 - @rema Net - The Net U Won't Forget