Singo Edan !

AREMANIA (SUPPORTER AREMA) JAKARTA
THE PRIDE OF MALANG IS
AREMA FOOTBALL CLUB, YOU WILL NEVER DIE
Jl. Terusan Tidar Sakti Kav. 9 Malang (0341) 562416
Jl. Cililin I Nomor 15, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

E-mail : dewata@infoasia.net dan arema_98@yahoo.com
Jam Kerja (021) 7211263
(Harie Pandiono Paimin), Langganan : arema-l

 

EDISI MEI 1998

KARENA HARGA FOTO COPY DAN KERTAS NAIK, MAKA BERITA INI TERPAKSA TERBIT TIAP BULAN. PEMBACA HARAP MAKLUM. DARI SUPPORTER AREMA UNTUK KALANGAN AREMA SENDIRI, TIDAK UNTUK DIJUAL


BERITA AREMANIA JAKARTA


ALBUM BARU SAM ANTO BARET (AREMA) DIRILIS, JAKARTA 2 MEI 1998 - SUARA JALANAN

Hari ini, enam belas tahun yang lalu, KPJ (Kelompok Pemusik Jalanan) lahir dari persoalan, Hari ini, enam tahun yang lalu, album KPJ selesai disusun hasil swadaya keringat di Jalan.

Dibuat atas pesanan Mas Setiawan Djodi, melalui WS Rendra diselesaikan tanpa keraguan. Dibuat dengan seksama, tertatih tapi yakin atas karya, yakin akan do’a dan dukungan orang- orang setia.

Di hari ini, saat ini. Dengan keyakinan untuk menghadapi persoalan KPJ Jakarta menyatakan bahwa album KPJ ke-2 siap diedarkan, siap disajikan kepada siapa saja.

Jalanan bukan sandaran, Jalanan bukan pelarian, Jalanan adalah Kehidupan.

Jalanan bukan impian, Jalanan bukan khayalan, Jalanan adalah kenyataan.

Pesan diatas dikutip dari kaset yang baru di album Sam Anto Baret (KPJ). Kelompok Pemusik Jalanan (KPJ) yang dibimbing oleh Arek Malang (Sam Anto Baret) telah lahir setelah mengalami perjuangan begitu panjang. Acara HUT KPJ dan peluncuran album pada tanggal 2 Mei 1998 dengan titel Sewindu KPJ di Bulungan, Blok M Jakarta menghadirkan Kelompok Pemusik Jalanan dan bintang tamu antara lain Jocky Soeryoprayogo, Sawung Jabo, Iwan Fals, Eki Lamoh, Totok Tewel & Elpamas, Inisiri, Anto Baret, penyair benkel teater di Jabotabek dan pemusik junior lainya. Nawak-nawak Arema diseluruh sentaro Jabotabek hadir dalam acara yang dihadiri tidak kurang dari 2000 apresiator musik Indonesia. Album yang sarat akan kritik sosial tersebut sebenarnya telah direkam sejak tahun 1992, namun karena alasan teknis dan ekonomis sehingga pengeluaran (rilis) album tersebut tersendat-sendat. Sebuah perjalanan yang cukup panjang memang. Taur (concert) ke seluruh Indonesia kelompok penyanyi yang tergabung dalam KPJ akan segera dipikirkan tahun depan mengingat kondisi ekonomi saat ini.

Kol (Inf) Priyo Handoko sesepuh Arema merasa salut dan sangat mendukung kiprah Arema dalam memajukan prestasi disegala bidang, seni musik, olah raga otomotiv, tinju, basket, sepak bola dan lain sebagainya demi mengangkat harkat dan citra Arema di bumi nusantara.


ARISAN WARGA AREMA AYAK, ROINES DI WISMA ISMAN, JAKARTA

Arisan warga Arema ayak and roines ndek Atrakaj beberapa waktu yang lalu berjalan sukses. Untuk konsolidasi organisasi dan terus berkiprak mengembangkan semangat Arema dalam turut serta mengisi pembangunan bangsa Indonesia di segala bidang, dan meningkatkan rasa solidaritas Arema, kegotong royongan, kekeluargaan, maka perlu Arisan Arema dilestarikan, begitu arik2 sambutan Ebes Hayono Isman. Ibu Priyo Handoko and Ebes Kolonel Priyo Handoko menyanyikan sebuah lagi kemesraaan diikuti dengan alumni band Avianada dan Band Tornado dimana salah seorang penyanyi senior Arema yang juga keluarga dari Abadi Soeasman Band hadir dalam acara tersebut. Lucky A. Zaenal yang hadir untuk diperkenalkan pada warga Arema ayak di Atrakaj dimana warga Arema Jakarta akan sangat membantu keberadaan PS. Arema Malang baik secara moril maupun material bilamana material belum bisa tercapai minimal membuka berita surat kabar membaca kiprah Arema begitu saran Ebes Hayono Isman.


AKSI PEDULI AREMANIA UNTUK AREMA *)

Langit serasa tak lagi berwana biru, manakala terdengar kabar bahwa AREMA akan rayub. Entah rumor, isu atau kadit, kenyataannya itu terasa begitu menyesakkan nurani setiap Arek Malang yang benar-benar punya jiwa AREMA. Melihat kenyataan tersebut, setiap Arek Malang tak peduli ayak niskim, licek edeg, kanal kodew, kewut atau kadit seharusnya perlu berkaca untuk melihat apakah kita semua sudah benar-benar menjadi AREMA yang sesungguhnya ?. Ataukah nawak-nawak semua hanya bisa berperan menjadi hiasan belaka tanpa bisa menjadi "roh" bagi AREMA, baik dikala suka maupun duka. Jangan jadikan AREMA hanya terbatas sebagai simbol kebanggaan semu belaka, tetapi berbuatlah sesuatu untuk AREMA, betapapun kecil artinya, agar WARNA AREMA TAKKAN PERNAH PUDAR DARI BHUMI AREMA TERCINTA. Setiap tetes kepedulian nawak-nawak AREMA, sekecil apapun bentuknya, akan sangat berarti bagi kelangsungan desah nafas Singo Edan - AREMA.

Kalaupun saat ini telah muncul dewa penolong bagi AREMA, seperti Bapak Hayono Isman dan Sam Tinton Soeprapto, sudah sepatutnyalah kita syukuri dan kita dukung. Tapi jangan surutkan perhatian dan kepedulian kita sebagai Arek Malang dan pendukung setia AREMA, sehingga Singo Edan - AREMA tidak saja akan bisa "bernafas" satu atau dua kompetisi seperti masa-masa yang lalu, bahkan semoga akan menjadi fenomena abadi diatmosfir persepakbolaan Indonesia tercinta. INILAH SAATNYA KITA MEWARNAI AREMA DENGAN WARNA AREMA YANG SESUNGGUHNYA, SEHINGGA NAFAS AREMA TAK AKAN PERNAH PUTUS. Oyi opo kadit Bes, Sam, lan Nawak-nawak ?

*) Merupakan aksi pengumpulan dana abadi untuk Singo Edan AREMA dari Arek-arek Malang diseluruh Nusantara

  • - BRI Cabang Kawi - Rekening: 33-07-1557.5
  • - Harian "Bhirawa", Jl. Dieng 3, Malang 0341-572802
  • - Hubungi Lukman - 0341-352185
  • - Ir. Lucky A. Zainal - 0341-562416

Laporan Keuangan Aremania Jakarta (s/d Desember 1997)

Pemasukan

  • Dari sawer-sawer Rp. 175.000,- di Sentul (Supporter) 7/12/97
  • Sumbangan Cak Supri (Warung) Rp. 50.000,-
  • Total Pemasukan Rp. 225.000,-

Pengeluaran

  • Penambahan biaya sendiri untuk biaya transportasi bus dari Sentul - Senen (Cak Wahab) 7/12/97 Rp. 200.000,-
  • Penyebaran/copy undangan oleh (Cak Wahab). Rp. 100.000,-
  • Penambahan biaya nasi bungkus Rp. 100.000,-
  • Foto copy dan biaya pengiriman berita Arema 5 kali terbit. Rp. 250.000,-

Total pengeluaran hingga April’98 Rp. 650.000,-

Saldo Saat ini (minus) Rp. 425.000,-


AREMANIA MELIBAS BONEK DI STASIUN SENIN, JAKARTA, JAKARTA 2 MEI 1998

Guna menghindari pendapat yang simpang siur atas terjadinya tragedi Senin 2 Mei 1998, dimana pemberitaan media masa di Jakarta amat tidak seimbang dan cenderung memojokkan Aremania, dengan ini dapat ayas ceritakan secara rinci detail kronologis tragedi Stasiun Senin pada hari Sabtu 2 Mei 1998. Aremania tidak bermaksud sedikitpun untuk melukai orang lain, Aremania tidak identik dengan kebrutalan, tetapi Aremania harus membela nyawa sendiri, harta, dan identitas Aremania dari kebrutalan orang lain termasuk bonek. Bila petugas keamanan telah dilapori dan tidak bisa mengamankan keselamatan Arema maka Aremania akan menyikapi bonek dengan cara dan hukum Arema, Singo Edan tidak pernah mengganggu orang lain tapi Singo Edan jangan diganggu. Demikian kira-kira semboyan Arema

Jam 9:45, saya melaporkan ke Kodim/Polres setempat dengan akan datangnya supporter Aremania dari Malang, mengingat pasukan bonek (bondo nekat) telah sehari sebelumnya menggelar spanduk dan tidur2an (mbambung) disekitar stasiun Senin.

Jam 10:00, saya menjemput Aremania yang datang dari Kota Malang dengan kerata api Mataremaja pukul 11:00 sebanyak 30 supporter Arema telah tiba dengan selamat, sambil berjalan bernyanyi dengan kostum kebesaran Arema. Sempat bertemu muka dengan bonek dan memberi salam damai sebagai warga sesama Jatim, dimana bonek akan mendukung Persebaya vs Persita, dan Arema vs Persikab esok harinya

Jam 11:05 Bus eksekutif AC yang menjemput Aremania telah hadir didepan Warung Arema (Cak Bagyo) stasiun Senin.

Jam11:30 Bus AC mulai berangkat Sentul, persis didepan Polres karena lampu merah bis berhenti, namun tiba-tiba bonek sekitar 60 orang sudah ada didepan bus sambil melempari bus dengan batu, batako sebesar kepala bayi. Untuk menghindari jatuhnya korban yang lebih parah Aremania langsung turun melibas bonek, mengingat petugas yang disiagakan hanya satu orang dari kodim dan 2 orang intel dari polresta tentunya kewalahan menghadapi bonek sekitar 60 orang. Bahkan Aremania mengejar-ngejar bonek, membersihkan bonek diseluruh Stasiun Senin. Aremania mendapat applaus dari orang-orang yang menyaksikan tragedi tersebut bahkan pemilik warung, pedagang asongan, penjual rokok dll. Karena selama ini bonek sangat menggannggu usaha mereka.


AREMANIA NGLURUK NANG KANDANG MACAN PERSIKAB KABUPATEN BANDUNG, BANDUNG 3 MEI 1998

Pertama kali dalam sejarah selama berdirinya PS. Arema bahkan sejak Liga Sepak Bola bergulir baru kemarin ada supporter lawan yang berani hadir di kandang macan Persikab Bandung yang selama ini dikenal angker. Aremania telah mempelopori dan menunjukkan bagaimana menjadi supporter yang sportif, atraktif, dan inovatif. Aremania sepanjang pertandingan bernyanyi dan terus mendukung PS Arema meskipun sempat terjadi clash di tengah lapangan tetapi Aremania tetap tidak terpengaruh. Komandan kodim setempat yang juga Arek Malang termasuk wartawan Bola, masyarakat dan wartawan setempat mengacungkan jempol buat Aremania. Bahkan petugas keamanan di Bandung sempat mengatakan "baru kali ini saya melihat supporter bola di Indonesia" mirip di Italia. Salut Aremania. Bahkan ada petugas keamanan yang dengan sengaja meminta kaos Arema yang dikenakan oleh supporter karena petugas tersebut merasa ingin bagian dari Arema. Aremania telah mempelopori sejarah baru dengan berani hadir dan bersikap sebagai supporter tamu yang baik. Dimana hal tersebut belum pernah terjadi selama ini, buat kesebelasan manapun di Indonesia untuk datang di stadion Bandung akan berpikir dua kali.


AREMANIA TIDAK JADI NGLURUK NANG KANDANG PERSITA TANGERANG, JAKARTA 5 MEI 1998

Karena sesuatu hal dan disebabkan olah ulah bonek dalam pertandingan Persebaya vs Persita Mingu 3 Mei 1998 dan sempat terjadi bentrokan. Berdasarkan hasil musyawarah oleh beberapa sesepuh Arema di Jakarta diantaranya Kol (Inf) Priyo Handoko, Sam Anto Baret, Cak Wahab Chunaidi, Cak Ilus dan Cak Soe, maka Arema kadit otek nang stadion Benteng Tangerang, mengingat masih panasnya suasana Tangerang, menghindari penunggangan oleh pihak-pihak yang ingin merusak citra Arema, dan mengingat situasi Jakarta pada tanggal tersebut sangat rawan. Dengan berat hati Aremania dipulangkan esok harinya setelah menginap semalam di rumah Cak Soe dan satu malam di Bulungan (Sam Anto Baret).

Namun demikian bukan berarti Arema tanpa supporter, sebagian Arema Kramat Jati yang dipimpin oleh Samsul hadir mendukung kesebelasan Arema, dengan nyanyian mars Arema. "Jenderal" Arema, Bapak Acub Zaenal juga hadir pada pertandingan tersebut.


AREMANIA TERUS BERKIPRAH MESKIPUN LIGA TIDAK DILANJUTKAN. KARENA SEPAK BOLA BUKAN SATU-SATUNYA UNTUK MENINGKATKAN SOLIDARITAS AREMA TETAPI SEBAGIAN SALAH SATU SARANA UTAMANYA.

AREMANIA MEMBANTU WARGA AREMA DI JAKARTA YANG TERKENA PHK DI JABOTABEK DENGAN CARA GOTONG ROYONG, URUNAN, SALING MEMBERI MAKAN, BERGANTIAN MENAMPUNG PENGGANGGURAN AREMA DAN MEMBERI PEKERJAAN APA ADANYA UNTUK BERTAHAN HIDUP DI METROPOLITAN.

Kirimkan saran/pendapat Anda ke alamat di atas


Informasi dewata@infoasia.net | Index | @rema Net | arema-l untuk berlangganan


- © 1997 - @rema Net - The Net U Won't Forget