![]() |
AREMANIA (SUPPORTER AREMA) JAKARTA |
| EDISI NOPEMBER 1997 KARENA HARGA FOTO COPY DAN KERTAS NAIK, MAKA BERITA INI TERPAKSA TERBIT TIAP BULAN. PEMBACA HARAP MAKLUM. DARI SUPPORTER AREMA UNTUK KALANGAN AREMA SENDIRI, TIDAK UNTUK DIJUAL BERITA AREMANIA JAKARTA SARASEHAN WARGA AREMA DI MALANG, 8 NOPEMBER 1997, HADIR TINTON, GOERITNO, HARIE PANDIONO, ATOKILLAH, AREMA - JAKARTA AFC Jakarta, 26 Oct. 97 - Salam Kami tunggu rasa solidaritas Arek Malang. PERTEMUAN DI HOTEL MULIA JAKARTA, PAK HAYONO, PAK TINTON, PAK GOERITNO, KOLONEL (INF.) PRIYO HANDOKO, HARI PRASETYO, DAN REKAN-REKAN SUPPORTER AREMA, 6 NOPEMBER 1997 AREMA MASIH MENUNGGU JAWABAN DARI PAK DOMO Arema telah mengirimkan surat ke Pak Domo mengharap kesediaan beliau untuk bersedia mendukung PS. Arema agar tetap eksis di blantika sepak bola nasional, karena Arema merupakan pemersatu warga Malang dan kebanggan atau potret harga diri Kera Ngalam melalui olah raga sepak bola. Hingga saat ini Arema menunggu jawaban beliau karena pada pertemuan pertama yang direncanakan 8 Oktober 1997 pihak Arema dengan sangat terpaksa merubah jadwal dikarenakan ada halangan yang tidak bisa dihindari. PENDUKUNG AREMA, HARAP HADIR DI SENTUL 6-7 DESEMBER 1997, FINAL BALAP DUNIA FORMULA ASIA DAN NGOBROL EKSISTENSI AREMA. BUS A.C. DISIAPKAN SAM TINTON Supporter Arema kembali mendapat undangan nonton gratis balapan dunia Formula Asia di Sentul pada Minggu 30 November 1997, kali ini lebih istimewa karena kita disiapkan satu bus A.C. khusus untuk pendukung dan supporter Arema. Bagi nawak-nawak yang ingin hadir tolong mendaftarkan diri dan harus memakai kaos biru bertuliskan Arema yang bisa dipesan di Sam Anto Baret (Stadion Bulungan) , masing-masing korwil harap menyerahkan daftar nama peserta dan memesan kaos (minimal 10 kaos tiap korwil) di Sam Anto Baret, harus siap di depan Stadion Bulungan (sebelah utara Blok M Plaza) pukul 8:30 pagi kita berangkat 9:00. Supporter Arema harus berpakaian rapi, necis (tidak diperkenankan pakai sandal) kaos Arema dan bertindak santun dan sopan. Untuk kalangan supporter elit (calon investor dan korwil) sangat diharapkan kehadirannya terutama membicarakan masalah kelangsungan Arema dimasa mendatang. Pengumuman ini sekaligus sebagai undangan. LETJEN TNI TARUB, BERSEDIA MENDUKUNG AREMA UJI COBA AREMA vs PKT, PANITIA OLEH SUPPORTER AREMA MALANG. Sabtu 01-11-97 Malang - Surabaya Post Arema Perpanjang 'Rekor' dari PKT Sabtu, 01 November 1997 Arema Malang memperpanjang rekor tak mampu mengalahkan Pupuk Kaltim Bontang (PKT). Dalam ujicoba, Jumat (31/10), di Stadion Gajayana, Arema kalah 0-3. Gol pertama PKT dicetak Denny Ombong pada menit ke-65. Dua gol berikutnya diborong mantan tombak Mitra, Tibidi Alexis (77 dan 84). Kami memang masih banyak kekurangan. Justru lewat uji coba ini saya jadi tahu banyak mana yang perlu dibenahi," kata pelatih Arema, Gusnul Yakin. Masih ada waktu dua minggu untuk menata diri menghadapi big match melawan Persebaya. Tapi dalam suasana manajemen tidak menentu, ia mengaku bersyukur masih bisa menampilkan permainan yang baik. Terus terang, pemain belum dikontrak, latihan berganti-ganti lapangan dan makan di rumah sendiri," jelasnya. Dalam ketidakpastian itu, pemain justru masih mampu tampil penuh semangat. Bahwa ada kekurangan, Gusnul tak mengelak. "Sekarang ini loyalitas pemain benar-benar teruji. Mereka bisa saja pindah ke klub lain karena belum diikat," tutur Gusnul. Kejelasan Nasib Sampai kapan kondisi itu berjalan? Gusnul mengaku tidak bisa memastikan. Namun ia sudah melontarkan soal itu kepada pemain. "Mereka bilang ditunggu saja perkembangannya," ujarnya mengutip ucapan pemain. Tapi ada satu keinginan kuat, kejelasan nasib mereka segera dituntaskan. Dengan begitu, pemain lebih tenang berlatih dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi Liga Indonesia IV, pertengahan Nopember mendatang. Kabar datang dari Ketua Harian Yayasan Arema, Ir Lucky AZ. Kerja kerasnya ke Jakarta menemui Menpora Hayono Isman, Tinton Suprapto dan Suryo Guritno membuahkan hasil. "Dana untuk away ke Sumatera sudah ada," katanya. Berapa besarnya, Lucky enggan menyebutkan. Namun ditegaskan, dana itu cukup untuk perjalanan sementara Arema mengikuti kompetisi Liga Indonesia IV. "Senin depan sudah bisa cair. Tapi kita mesti berhemat," ujarnya. Pertemuan PKT dan Arema sebenarnya berlangsung imbang. Terutama sepanjang babak pertama. Lini pertahanan dua tim solid. Serangan juga datang bergantian. Namun semuanya berubah ketika babak kedua bergulir. Pertahanan Arema mengalami perubahan. Gunung Sumanto yang menjadi libero digeser ke bek kanan. Posisinya digantikan Agus Yuwono yang mengganti Sunardi. Sektor bek kiri yang ditempati Donny Suherman juga rawan. Dari sektor inilah, gol pertama PKT tercipta. Kurang rapatnya Kharis Yulianto menutup gerakan Tibidi menjadi jalan buat gol kedua. Arema sendiri menciptakan peluang mencetak gol. Tendangan Nanang masih melambung. Kemudian tendangan Jonathan masih bisa diheading Imandi Justin. (tuf) Masih belum jelasnya Suroso dalam mendukung Arema terutama kebutuhan jangka pendek, rencana uji coba dengan kumpulan pemain asing di Gajayana Malang 26 Oktober 1997 terpaksa dibatalkan, mengingat tidak tersedianya dana dari Arema. Senin 10 Nopember 1997, Ikatan Kerja Pemain Arema Tuntas Malang - Surabaya Post Seminggu menjelang Liga Indonesia IV/1996-1997 bergulir, ikatan kerja dan gaji pemain Arema belum tuntas. Ketua Yayasan Arema, Ir Lucky AZ, baru mencatat permintaan pemain dan memberi keputusan Senin (10/11) di Mes Arema, Jl. Tuntang 59 Malang. Sedianya, pertemuan soal kesejahteraan pemain itu berlangsung Jumat (7/11) di mes. Namun gagal karena pengurus yayasan tidak ada yang datang sehingga pemain langsung latihan. Pertemuan itu baru terlaksana Sabtu (8/11) di tempat yang sama. Pemain hanya mengutarakan keinginannya. Seperti besarnya ikatan kerja dan gaji yang dikehendaki. Soal kontrak, pengurus yayasan menegaskan belum mampu memberikan. Hadir dalam pertemuan itu Ir Lucky dan manajer tim, James Theosetlight. Sebelumnya sarasehan suporter Arema di Taman Krida Budaya Jatim (TKBJ), Sabtu (8/11) kemarin berlangsung gayeng. Celetukan khas Malang mewarnai sarasehan yang baru kali pertama dilakukan Arema Fans Club (AFC) itu. Hadir dalam acara itu Ketua Yayasan Arema, Ir Lucky AZ, penyandang dana Tinton Suprapto, Suryo Guritno, Ketua AFC Jakarta, Hadi Pandiono dan Ketua Harian Persema, Ir Drs Siaboe Harun Naseh. Tapi Menpora Hayono Isman berhalangan hadir. Ia hanya mengirimkan raidogram yang dibacakan Harie Pandiono. Isinya, secara pribadi sangat mendukung usaha tetap membangkitkan Arema. Tingkatkan persatuan dan tembus halangan. Saya yakin dengan cara begitu, Arema akan bisa berprestasi tidak saja di tingkat nasional tapi juga internasional," tulis Menpora dalam radiogramnya. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada tokoh-tokoh yang peduli terhadap Arema. Seperti Tinton Suprapto, Suryo Guritno, Kol Priyo Handoko, Sugiyono, Walikota Malang H M. Soesamto, Bupati Malang M. Said. Juga kepada Ir Lucky yang dengan segala upaya berusaha agar Arema tetap ikut kompetisi. Kepada suporter, Hayono juga titip pesan. Menurutnya, Sepakbola itu tontonan yang elite karena itu suporter Arema bisa menjadi suporter yang elite. Jauh dari sikap bonek, merusak dan menodai sportivitas sepakbola. Dalam acara itu, Arema juga memperoleh dana tambahan secara spontan sebesar Rp 1,5 juta. Slamet Gondrong yang mengedarkan kotak kue langsung mengunjungi peserta sarasehan satu per satu. Hasilnya diserahkan ke Ir Lucky AZ. Tinton sendiri menegaskan, pengurus Arema harus dari public figur dan jujur. "Dan lebih penting lagi, jangan sekali-kali pengurus cari makan di Arema. Ini bisa merepotkan," kata Direktur Sirkuit Sentul itu. Ia berjanji terus mengkoordinir suporter Arema di Jakarta dalam pengumpulan dana. Kelak, dana itu akan disalurkan untuk menutup kebutuhan Arema setiap bulan. Diharapkan, Arema mampu berprestasi setelah ada dukungan itu. Semua komponen Arema harus mendukung. Baik pengurus, pemain maupun suporter. Ibarat meja, maka empat kakinya harus saling menopang. Kalau memang ada pemain yang macam-macam lebih baik out saja," katanya. Usai sarasehan, pengurus yayasan bertemu dengan pemain di RM Cahyaningrat. Uneg-uneg dikeluarkan. Pemain berharap ada bis, perlengkapan lainnya seperti sepatu, pakaian latihan dan sebagainya. Menanggapi itu Tinton menegaskan akan segera mengusahakan kebutuhan pemain. "Mudah-mudahan minggu depan sudah kalian dapatkan apa yang diinginkan," ujarnya yang dibenarkan Lucky dan pengurus yayasan lainnya. (tuf) AREMA MEMBUAT KEAJAIBAN Arema Dinilai Buat Keajaiban, JAWA POS 19 NOP. 97 Sukses Tahan Persebaya Jadi Buah Bibir-Publik Malang. Sukses Arema menahan juara bertahan Persebaya di Gelora 10 Nopember, Minggu lalu, masih menjadi pembicaraan hangat di Malang. Hampir di setiap sudut jalan, warung kopi, publik bola Malang selalu membicarakan sukses Arema itu. Mereka seakan tidak percaya kalau timnya mampu bermain 0-0. Ini mengingat gonjang-ganjing kondisi Arema menjelang kompetisi diputar. Kok bisa Arema menahan juara bertahan Persebaya di kandang lawan ? Mereka menganggap hasil 0 - 0 itu sebagai keajaiban itu. Hampir semua unsur profesi di Malang mengagumi daya juang Juan Rubio dan kawan-kawan. Dari segi apa pun Arema sudah pasti kalah dengan Persebaya. Ternyata hasilnya di luar dugaan, mereka bisa bermain imbang tanpa gol. Padahal diperkirakan Arema paling sedikit kalah 0-2, ujar Fajar, salah seorang suporter berat Arema yang kemarin pagi asyik bicara soal Arema denganrekan-rekannya. Inilah kelebihan Arema dibanding tim lain. Meskipun dirundung masalah, saat bertanding mereka tak terpengaruh oleh berbagai masalah itu, timpal salah seorang pejabat yang enggan disebutkan namanya. Dia menambahkan, mestinya sikap seperti itu harus diikuti Persema. Sementara itu, manajer teknik Arema, Gusnul Yakin, juga memuji kesabaran pemainnya dalam menghadapi situasi yang begitu gawat. Bayangkan kita dibombardir selama 90 menit, tetapi anak-anak bermain begitu tenang, pujinya. Mengamati hasil tersebut, Gusnul mengaku belum bisa berkomentar banyak. Pasalnya, dia belum bisa melihat di mana sebenarnya kelebihan dan kekurangan Arema. Bagaimana saya bisa mengevaluasi permainan sepanjang pertandingan anak-anak terus ditekan. Mereka tidak bisa mengembangkan permainan optimalnya, ujarnya. Yang bisa dievaluasi hanya semangat bertahannya, yaitu ketenangan dalam mengahadapi serangan. Terutama peran Juan Rubio yang mampumengendalikan rekan-rekannya. Saya akui peran Rubio begitu besar. Dia mampu memperlambat tempo permainan. Bagaimana cara dia mengulur waktu hingga bisa menetralisir keadaan. Saya sendiri tidak tahu bagaimana jadinya kalau Arema tanpa Rubio, ungkapnya. Meskipun berhasil menahan Persebaya, bukan berarti tugas pelatih sudah cukup di situ. Masih banyak kekurangan. Salah satunya adalah belum adanya andalan yang bisa ditandemkam dengan Mecky Tata. Memang, saat ini Arema hanya memiliki Mecky Tata yang kemarin terpaksa harus jatuh bangun, karena dia sendirian di depan. Kalaupun toh belum bisa mendapatkan striker yang cocok, Gusnul akan mengusulkan kepada pengurus untuk segera mencari gelandang serang yang baik.Mungkin dengan gelandang serang itu kami akan dapat mengatasi kekurangan striker. Materi yang ada sekarang memang kurang, ; katanya. Sebenarnya Arema masih memiliki seorang striker lagi, yaitu Edy Subagio. Tapi, cedera pada engkel kanannya masih belum sembuh. Untuk sementara, Gusnul dan Slamet Hariono akan berusaha mengasah Wawan, pemain baru Arema. Pemain ini memang belum pernah ikut kompetisi. Tetapi akan kita coba mengasahnya sebelum Arema tur ke Sumatera, Minggu depan. Habis tidak ada pemain lainnya. Mau tidak mau Wawan harus ditampilkan,; tambah Gusnul yang mengaku telah menurunkan pemain tersebut selama tiga menit saat menghadapi Persebaya. Kirimkan saran/pendapat Anda ke: Harie Pandiono Paimin PENDUKUNG AREMA DI KANDANG BAJUL IJO PERSEBAYA. 16 NOPEMBER 1997, JAWA POS Pemandangan Aneh di Tambaksari, Suporter Arema Aman Berjingkrak. Fenomena menarik di Gelora 10 Nopember saat pertandingan Persebaya v Arema, kemarin sore. Tak seperti biasanya, segerombolan suporter yang lengkap dengan atribut Arema berani memasuki stadion. Bahkan, mereka berjingkrak-jingkrak, meneriakkan yel-yel, dan memukul genderang untuk memberi semangat kepada Juan Rubio dan kawan-kawan. Yang menarik lagi, puluhan suporter berkaos biru-biru warna kesayangan tim Arema-- itu aman-aman saja di stadion. Mereka bergerombol di pojok sebelah kiri tribun VIP dan terpisah dari sekitar 20 ribu suporter Green Force yang memadati stadion itu, dengan pengawalan ketat belasan petugas. Tontonan seperti ini tak pernah terjadi selama Ligina. Kalau toh ada suporter yang setia membuntuti timnya, biasanya dengan cara diam-diam menyusup ke penonton. Tanpa atribut, apalagi meneriakkan yel. Tapi, kemarin tidak. Mereka seperti mendukung di Stadion Gajayana saja. Syukurlah. Apakah ini pertanda suporter kita sudah bisa bersatu? Entahlah. Yang jelas, kemarin, kita bisa melihat suporter Persebaya yang arif. Di lapangan, praktis tak ada aksi lempar. Paling banter, puluhan ribu suporter itu hanya meluapkan kekesalan dengan mengatai wasit. Dan, puncak kearifan mereka terlihat dari sikap mereka terhadap segerombolan suporter Arema. Suporter Persebaya hanya mengolok-olok, tanpa melakukan aksi-aksi kekerasan seperti dulu. Tak ada lempar-lemparan, tak ada adu jotos atau aksi pukul. Ini perkembangan menarik. Suporter Arema luar biasa berani, dan ternyata suporter Persebaya cukup arif kata mantan bendahara Mitra, Ali Mahakam, yang menyaksikan pertandingan dari tribun VIP. Yang patut diacungi jempol, tentu saja, juga Panitia penyelenggara pertandingan. Panitia bisa memasukkan segerombolan suporter beratribut Arema itu dengan aman. Panitia juga berhasil menyediakan tempat khusus buat mereka di pojok kiri atas VIP. Pintarnya, agar tak sempat bentrok kalau ada apa-apa, para suporter itu sudah dikeluarkan dari stadion 20 menit menjelang bubaran. Bagaimana sebenarnya koordinasi para suporter Arema itu? Ternyata, puluhan suporter itu memang dikoordinasi langsung oleh Dandim Kota (Malang) Letkol Inf Sutrisno yang juga ketua PS Arema dan Ivan Tobing. Mereka berangkat dari stasiun kereta api Kota Baru pukul 10.00 WIB dengan kawalan petugas. Harapan kita, hal seperti ini tak hanya terjadi kemarin. Tapi, juga di pertandingan-pertandingan lainnya, saat Mitra menjamu Persema, Rabu nanti, atau saat Green Force dan Mitra tandang ke Malang. Bisakah di putaran kedua ganti suporter Persebaya ngluruk ke kandang Arema dengan suasana yang aman? Jawabnya, pasti bisa. AREMA MENJUNGKALKAN RAMALAN PAKAR SEPAK BOLA NASIONAL DENGAN MENAHAN IMBANG PERSEBAYA DI SURABAYA 16 NOPEMBER 1997 Analisis Andy Slamet : Serangan Selalu dari Sayap Persebaya gagal memetik angka penuh dari Arema Malang. Meski telah mati-matian, juara Ligina III itu hanya bermain imbang tanpa gol. Mengapa hal itu terjadi? Berikut analisis pengamat bola Surabaya, Andy Slamet, yang menyaksikan langsung pertandingan itu di Gelora 10 Nopember. Melihat penampilan pertama Persebaya di kompetisi tadi kemarin (red), tampak bahwa apa yang dikhawatirkan menyusul hilangnya Carlos de Mello terbukti. Paling tidak, hingga kemarin, upaya Rusdy Bahalwan mencari figur pengganti belum menampakkan hasil. Marzuki Badriawan maupun Putut Wijanarko belum bisa tampil sebagai sosok yang bisa menjadi jenderal lapangan, mengatur irama permainan, dan mencari alternatif lain ketika apa yang dimainkan tak membuahkan hasil. Kita bisa melihat, karena tak adanya sosok mengatur permainan itu, serangan demi serangan yang dibangun Persebaya selalu gagal membuahkan gol. Itu tak lain karena serangan Aji Santoso dan kawan-kawan sangat monoton. Yaitu selalu dari sayap, dimana mereka mengandalkan Aji Santoso dan Anang Maruf. Saya melihat tidak ada umpan-umpan sodokan dari tengah seperti yang biasa dilakukan Carlos. Umpan-umpan seperti ini sulit diantisipasi, sehingga sering kali membuahkan gol Oke, Persebaya memang punya banyak peluang. Tapi, sebagian besar kalau tak mau disebut seluruhnya merupakan hasil dari aksi-aksi individu para pemainnya. Jadi bukan merupakan hasil dari sebuah serangan yang direncanakan dari bawah sehingga meski diantisipasi lawan masih bisa berjalan terus. Kita lihat, misalnya, peluang yang dimiliki Sugiantoro di awal-awal pertandingan. Bola yang membentur gawang itu merupakan tendangan untung-untungan Bejo dari jarak yang cukup jauh dari gawang. Begitu juga peluang Yusuf Ekodono di awal-awal pertandingan serta beberapa peluang Jacksen Tiago. Terlepas dari problem di atas, juga terlihat bahwa Persebaya memang lagi unlucky Meski merupakan hasil dari kerja individu, mestinya dari sekian banyak peluang itu juga terjadi gol. Tapi, nyatanya tidak. Yang juga menyulitkan Persebaya untuk mencetak gol adalah pertahanan Arema yang kokoh. Juan Rubio yang dibantu Kharis Yulianto dan Siswantoro bisa mengawal Jacksen, Reinald Pietersz, dan beberapa pemain Persebaya yang sering kali berada di daerah penalti. Pengamanan dengan cara membayangi pemain-pemain Persebaya itu ternyata cukup efektif dalam menghalangi Jacksen dkk. untuk mencetak gol. Terlepas dari hal di atas, semangat tanding Arema patut diacungi jempol. Segala permasalahan yang melilit mereka hingga menjelang kompetisi digulirkan ternyata sama sekali tak mempengaruhi semangat tanding mereka. Ini pula yang menjadikan Arema sulit ditaklukkan. Jacksen : Saya Tidak Bisa Melawan Tuhan Peluang Tak Menghasilkan Gol Surabaya, Langkah awal yang kurang menyenangkan buat Persebaya. Tim Green Force ini gagal memetik angka penuh pada tanding perdana. Aji Santoso dan kawan-kawan hanya bermain imbang tanpa gol dengan Arema Malang. Hasil ini jelas sangat memukul sang juara Ligina III ini. Begitu pertandingan usai, para pemain tertunduk lesu. Mereka duduk sambil menundukkan muka. Meski berdekatan, tak ada yang berusaha bercakap-cakap. Semua terdiam, tak terkecuali top corer kompetisi lalu, Jacksen Ferreira Tiago, yang kemarin gagal memanfaatkan beberapa peluang emasnya. Apa sebenarnya penyebab kegagalan Persebaya kemarin?;Karena saya tak bisa melawan Tuhan ?; jawab Jacksen spontan. Menurut pemain asalBrazil itu, Persebaya sudah bermain bagus. Tanpa Carlos de Mello pun, kata dia, bisa memainkan sepak bola yang menarik. Selama 90 menit, mereka bisa mengurung Arema dengan serangan-serangan gencar. untuk menggambarkan saking banyaknya-- peluang pun berhasil diciptakan.;Tapi karena Tuhan tak menghendaki kamimenang, ya inilah hasilnya , kata pengumpul 26 golpada Ligina III lalu itu. Kemarin, Jacksen memang punya banyak peluang. Sedikitnya, ada empat kesempatan yang baik buat dia untuk mencetak gol. Pada menit ke-34, misalnya. Bola cross di depannya gagal dia manfaatkan. Begitu juga peluangnya pada menit ke-66, saat dia memperoleh bola matang di depan gawang Dwi Sasmianto. Meski sudah dikontrol, bola tendangannya meleset ke luar gawang. Hal yang sama diungkapkan pelatih Persebaya, Rusdy Bahalwan.;Dari segi permainan, sebenarnya anak-anak sudah tampil bagus. Strategi yang kami siapkan pun sudah dijalankan dengan baik. Tapi, karena kami tidak beruntung, ya tetap saja tak bisa menang, ; katanya. Menurut pelatih yang bakal menjadi asisten pelatih nasional itu, hasil seri kemarin tak ada hubungannya dengan ada atau tidaknya Carlos. Secara umum saya melihat tak ada kaitannya dengan masalah itu. Jadi masalah playmaker tak perlu diungkit-ungkit lagi, tegasnya. Dia menilai, bahwa Marzuki Badriawan atau Putut Wijanarko bisa memerankan tugas sebagai pengatur serangan. Meski harus diakui, bahwa mereka belum sebagus Carlos. Masih perlu waktu buat kami untuk memadukan mereka, jelas dia. Sebenarnya, yang diplot untuk menempati posisi gelandang bersama Uston Nawawi dan Jatmiko adalah Eri Irianto. Tapi, pemain asal Sidoarjo itu belum sembuh total dari cedera kakinya.;Saya tak bisa memaksakan dia. Kalau sudah baik, ya akan kami beri kepercayaan, kata Rusdy. Rusdy sendiri mengaku sangat kecewa dengan hasil kemarin.;Dalam pemikiran saya, kami harus memetik poin penuh sebagai bekal tur ke Aceh dan Medan. Tapi mau bagaimana lagi,; ungkap Rusdy. Pada pertandingan kemarin, Persebaya memang memiliki banyak peluang. Bejo, Yusuf Ekodono, Reinald Pietersz, Uston Nawawi, dan Jacksen Tiago, masing-masing punya peluang yang mestinya berbuah gol. Tapi ternyata, semua sia-sia. Ada saja yang menjadi penghalang untuk memasukkan bola ke gawang Dwi Sasmianto. BAMBANG NURDIANSYAH (KORDINATOR SUPPORTER THE COMMANDOS PELITA JAYA) BERSEDIA MENDUKUNG AREMA DAN KEGIATANNYA Bambang Nurdiansyah mendukung Arema, setelah dihubungi melalui telepon beberapa waktu yang lalu, Sam Bambang sangat antusias mendukung Arema. Sam Bambang bersedia memberi saran dan pendapat bila diperlukan, juga Arema diberi kesempatan menjual accessories Arema di outlet The Comandos Pelita Jaya dengan sistem konsinyasi. Sam Bambang kirim salam buat Sam Tinton dan nawak-nawak Arema lainnya. STAFF SEKRETARIAT AREMA DI JAKARTA Arema Fans Club di Jakarta telah mendapat kantor baru di Jl. Alyadrus 13C, Jakarta Pusat (Sebelum Gajah Mada Plaza belom kiri dari arah selatan). BHIRAWA BUKA REKENING UNTUK AREMANIA Didorong oleh rasa memiliki Arema, warga Malang dan sekitarnya telah mengirimkan bantuan untuk AREMA dengan disalurkan melalui Rekening SDSA dengan nomor : 33-07.1557.5, di BRI Malang, Kawi. Bagi nawak-nawak yang ingin membantu silah kirim ke rekening tersebut. AREMA MEMBUTUHKAN DUKUNGAN PENUH DARI WARGA MALANG DI JAKARTA DAN SELURUH INDONESIA, SANGAT DITUNGGU DUKUNGAN ANDA TERUTAMA DUKUNGAN FINANSIAL. APAKAH AREMA HARUS SEPERTI BANDUNG RAYA ? KITA SEMUA SEPAKAT MENJAWAB TIDAK. KALAU BEGITU BERIKAN SESUATU AGAR AREMA TETAP EKSIS. Kirimkan saran/pendapat Anda ke alamat di atas Informasi dewata@infoasia.net | Index | @rema Net | arema-l untuk berlangganan |