Singo Edan !

AREMANIA (SUPPORTER AREMA) JAKARTA
THE PRIDE OF MALANG IS
AREMA FOOTBALL CLUB, YOU WILL NEVER DIE
Jl. Terusan Tidar Sakti Kav. 9 Malang (0341) 562416
Jl. Cililin I Nomor 15, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

E-mail : dewata@infoasia.net dan arema_98@yahoo.com
Jam Kerja (021) 7211263
(Harie Pandiono Paimin), Langganan : arema-l

 

EDISI SEPTEMBER 1998

AREMA KEPANJANGAN DARI AREK MALANG (ORANG YANG LAHIR, MENJIWAI, TINGGAL ATAU YANG PERNAH DIBESARKAN DI KOTA MALANG), AREMANIA ADALAH SUPPORTER SUPER FANATIK PS. AREMA YANG MEMBERI ROH KEHIDUPAN, MEMBANTU PS. AREMA, MEMBERI NUANSA LAIN BAGI PS. AREMA NAMUN TIDAK BERBENTURAN DENGAN SUPPORTER LAWAN.

AREMANIA JAKARTA SEBUAH KOMUNITAS KUMPULAN SUPPORTER PS. AREMA YANG MASIH MURNI (PURE) MENDARAHI JIWA AREMA, MEMBANTU PS. AREMA, HADIR DI STADION DENGAN PENUH KESADARAN, BERNYANYI, NONTON BAYAR DARI KANTONG SENDIRI DIMANAPUN AREMA BERLAGA. TANPA BERHARAP IMBALAN SECUIL APAPUN DARI NAMA BESAR AREMA. KECUALI KEMENANGAN.

DARI AREMANIA UNTUK KALANGAN AREMANIA SENDIRI, TIDAK UNTUK DIJUAL


BERITA AREMANIA JAKARTA


KOMUNITAS AREMA DI SELURUH PENJURU DUNIA
DI INTERNET, NOPLIT, EMAIL LAN JENENGE

Perlu dijelaskan bahwa situs (web site) di internet AREMA tidak dibiayai oleh Pemda Kodya Malang meskipun didalamnya terdapat segala bentuk informasi mengenai Malang dari pariwisata, hotel, industri, universitas, sosial ekonomi dan lain sebagainya. Situs AREMA didanai dan disiapkan oleh AREMANIA MALANG (Sam Tekeq) kami bangga jadi Arema maka kami punya komunitas atas kesadaran dan biaya sendiri. Bahkan untuk menepis isu-isu bahwa AREMANIA JAKARTA didanai oleh Pemda Kodya Malang itu tidak benar. Kami ingin berbuat sesuatu untuk rakyat AREMANIA tetapi kami tidak mengemis ke Pemda Kodya Malang yang belum tentu mengerti/menjiwai hakekat AREMANIA itu sendiri.

Perlu juga diketahui bahwa satu-satunya situs internet (web site) supporter sepak bola Liga Indonesia adalah AREMANIA yang pertama kali on line di Internet dengan biaya dan atas inisiatif sendiri. Karena kami bangga menjadi AREMA, maka situs ini kami biayai US$ 100 dan dimaintainer oleh Sam Tekeq di Malang.


AREMANIA SIAP-SIAP UNTUK MENDUKUNG H. HENDRAWAN
KERA NGALAM. BERTANDING DI SENAYAN AWAL OKTOBER 1998

Arek Malang akan berlaga di Senayan Jakarta pada awal Oktober 1998 nanti pada kejuaran Indonesia Open, untuk itu nawak-nawak Aremania akan hadir dengan nuansa tersendiri. Guna mendukung Tim bulu tangkis dimana didalamnya ada Arek Malangnya tentunya gaya khas mendukung akan disesuaikan dengan kondisi stadion dan iklim pertandingan. Namun yang jelas kami mendukung Tim Indonesia secara keseluruhan dengan gaya khas Arek Malang.


PEMILIHAN WALIKOTA MALANG DITUNDA

Gagal, Pertemuan Dewan Perjuangan dengan DPRD, Malang, JP.-

Pertemuan antara Dewan Perjuangan Reformasi Damai (DePeRD) Kodya Malang dengan DPRD Kotamadya Malang kemarin gagal total. Pasalnya, para pimpinan dewan tidak lengkap. Yang hadir hanya H Achsan Subagyo A. Sedangkan H Zainuri dan H Boeke Aboebakar sedang bepergian. Pertemuan itu dijadwal ulang pada 7 September. Namun demikian, para tokoh masyarakat dan pemuka 18 elemen yang berfusi ke DePeRD tidak gampang menyerah. Meski surat pembatalan itu kemudian diedarkan di antara para tokoh dan anggotanya, toh mereka tidak beringsut dari halaman gedung Dewan. Bahkan, mereka kemudian beramai-ramai menemui Achsan yang waktu itu tampaknya sudah siap di ruang pertemuan Komisi A.

Dalam pertemuan yang cukup panas selama hampir dua jam, mereka berhasil membuahkan suatu pernyataan dari Ketua DPRD KMM itu. Isi surat pernyataan yang kemudian dibacakan ulang oleh Ketua Larem (Lembaga Advokasi Reformasi

Malang) Suryosoendoro SH itu akan mempertemukan DePeRD dengan DPRD KMM pada 7 September 1998 guna membahas hasil pemilihan wali kota Malang yang diadakan pada rapat paripurna khusus tanggal 28 Agustus 1998 lalu.

Dalam poin kedua, Achsan menyatakan, sebelum ada pertemuan tersebut, tidak ada pelantikan Wali kotamadya Malang periode 1998-2003, sampai ada kesepakatan antara dua DPRD itu. Perjuangan DePeRD itu memang cukup berat hingga sampai membuahkan surat pernyataan itu. Achsan semula keberatan dengan konsep yang diajukan mereka. Metode yang dilakukan para pejuang reformasi itu tampaknya tidak satu visi. Ada yang mencoba dengan cara-cara halus, tetapi ada pula yang minta dengan cara-cara Arema tetapi tidak kasar. Akibatnya para reformis itu pun sempat saling debat sendiri, dan pertemuan itu pun sempat diskors selama 10 menit.

Begitu skors selesai dan pertemuan dilanjutkan, Achsan langsung menyodorkan konsep pernyataannya. Namun pernyataannya itu ditolak oleh DePeRD karena mereka khawatir ada permainan kalimat yang bisa saja mengibuli mereka lagi. Itulah sebabnya para reformis menyodorkan kertas segel baru yang konsepnya dibikin oleh mereka. Meski tampak dengan berat hati, Achsan akhirnya membubuhkan tanda tangan di atas kertas segel itu.

''Untuk kali ini, Pak, kami tidak mau dibujuki lagi. Dulu ketika kami bertanya kepada Bapak dan kemudian minta pernyataan resmi tentang tata cara pemilihan wali kota, Bapak menolak, tetapi menjamin pasti terbuka. Tetapi kenyataannya pemilihan itu tetap saja tertutup dan mendadak. Kami ingin bukti autentik dan bisa dipertanggungjawabkan secara hukum dan bukan lisan saja,'' itulah alasan mereka.

''Kami terus terang kasihan sama pak Suyitno, Pak. Pak Yitno adalah korban rekayasa para penguasa produk lama. Dalam hati nurani pak Yitno beserta istri, ternyata sama sekali tidak ada niatan untuk menjadi wali kota,'' ujar mereka lagi.

Karena itu, mereka kemarin juga berjanji kalau sampai gara-gara Achsan Subagyo diberi sangsi oleh atasannya gara-gara membikin surat pernyataan itu, maka mereka akan membela Achsan. ''Dan rakyat akan berada di belakang Bapak. Lho iya to Pak. Kami pada Pemilu lalu dipaksa-paksa dengan dalih macam-macam untuk menggunakan hak pilih anggota DPRD. Lho lha sekarang kok Bapak takut sama Wagub Abdul Hamid. DPRD harus membela rakyat, Pak, dan kami siap berada di belakang Bapak,'' tambahnya lagi. Ada sisi menarik dari paket pertemuan itu. Di saat mereka menunggu waktu jam 15.00, mereka menari-nari dengan diiringi musik hadrah. Bahkan Ketua FKP, Drs OH Koesbanoe pun ikut didaulat menari bersama mereka. (wir)


AREMANIA HADIR DI INDOSIAR 24 SEPTEMBER 1998

Petinju Arema B.C. akan tampil kembali di gelar tinju INDOSIAR, siarang langsung 24 Sept. 98 pukul 22:30. Sudah Pasti AREMANIA akan hadir dengan gaya khas AREMANIA datang, bernyanyi, bertindak santun, sportif dengan paradigma baru, inovasi baru dan selalu tampil beda dengan supporter lain. Sampai ketemu di INDOSIAR.


KPJ (KELOMPOK PEMUSIK JALANAN) DIBAWAH BIMBINGAN SAM ANTO BARET
(AREMANIA) REKAMAN DI TVRI JAKARTA, 1 OKTOBER 1998. Jakarta 17 Sept. 98

KPJ yang pentolanya adalah Arek Malang akan mengadakan rekaman pertunjukan di TVRI pada hari Kamis 1 Oktober 1998 pukul 17:00 hingga malam hari. Acara khusus yang menampilkan Kelompok Pemusik Jalanan berdurasi 55 menit ini akan ditampilkan oleh TVRI seminggu mendatang. Lagu-lagu yang akan dibawakan KPJ bertemakan kritik sosial, keadaan negeri saat ini, kenapa kris mesti terjadi dan disamping lagu yang pernah diterbitkan KPJ pada 2 Mei 1998 yang lalu. Nawak-nawak Aremania yang tidak punya acara dipersilahkan untuk datang ke TVRI menyaksikan pagelaran musik negeri yang sarat menyuarakan keadaan yang sedang terjadi saat ini.


KABAR PERTEMUAN AREMA DI WARUNG KEMANG
OLEH LETJEN (TNI) SUYONO AND NAWAK-NAWAK

18 Sep. 98 akan diadakan pertemuan Arema oleh ebes-ebes Arema Letnan Jenderal (TNI) Suyono and nawak-nawak Arema. Kabar tersebut didapat dari Cak Ilus Aremania Bulungan Blok M, tetapi berita belum sempat kami turunkan hingga saat ini kami masih mencoba menghubungi panitia tentang hasil pertemuan tersebut. Tunggu edisi bulan depan.


AREMANIA MALANG BAGI-BAGI SEMBAKO MALANG  20 SEPTEMBER 1998

Aremania Malang bagi-bagi sembako bagi keluarga yang tidak mampu di sekitar daerah basis AREMANIA di Malang. Menurut konfirmasi dari Muklis bagi-bagi sembako ini adalah bentuk kepedulian Arek Malang supporter fanatik Arema yang ingin menunjukkan bahwa AREMANIA meskipun dalam krisis dimensi ini masih mampu menunjukkan jiwa sosial yang tinggi tidak hanya sekedar mendukung sepak bola tetapi juga peduli dengan kemiskinan.


AREMA MERAJAI OFF ROAD DI KENJERAN, SURABAYA. Surabaya, JP.-

Pembalap asal Malang tidak tertandingi di sirkuit off road Pantai Ria Kenjeran Surabaya. Dalam Djarum Super Speed Off Road & Dirt Track yang digelar mulai Sabtu dan berakhir kemarin, pembalap Malang merajai setiap nomor speed off road dan dirt track.

Lomba speed off road yang diikuti 33 starter ini memang banyak diikuti pembalap Malang. Mereka cukup cekatan mengatasi medan yang semula bekas tempat pembuangan sampah ini. ’’Kalau lomba speed off road mereka memang jagonya, jadi ini memang sudah diprediksi sejak awal,’’ kata Polly T, panitia lomba, kemarin. Menurut dia, panitia menyediakan hadiah total Rp 12 juta yang dibagikan untuk para juara di masing-masing kelas. Pembalap asal Malang, Lukito termasuk salah satu di antaranya yang sulit ditaklukkan. Terbukti dia mampu meraih dua gelar juara, yakni di kelas diesel dan T2 serta menempati posisi runner up di kelas T3 speed off road dan kelas C2 nomor dirt track. Sedangkan pembalap dirt track, Haudinata /Husada yang gagal di SS3 karena mobil starletnya mogok di lap II tetap menduduki posisi pertama kelas B1, disusul Theo Dt di tempat II. Theo sebenarnya punya peluang menggeser Hadinata, namun mobilnya juga mogok di lap II SS3. Kelas C2 dimenangkan Seno, dan FFA dijuarai Sutrisno (Malang). (ko)

Hasil Speed Off Road

Kelas Diesel: Lukito (Malang/total waktu, 07 menit 51,98 detik), Sutrisno (Malang/08:02.63), Pung (Malang/12:07.76). Kelas T1: Didik.S (Malang/08:06.92), Hendra/Yomahadi (Malang/08:15.01), Ihwan Ya/Sigit (Malang/08:56.88). Kelas T2: Lukito (Malang/07:48.54), Indra/Jaka Satria (07:51.69), Hany H/Subari (08:15.32). Kelas T3: Sutrisno (Malang/07:50.73), Lukito (Malang/09:05.35), Suharyanto/Misantika (Pacitan/11:43.32). Kelas TC: Irvan /Toni (Malang/09:55.21), Guntur/Toyo (Malang/10:05.51), Cak Ran/Purnomo (Malang/10:16.38)


STOPPER AREMA ITU JUALAN MINYAK GORENG. Malang, Jawa Pos, 1998

BUBARNYA Kompetisi Ligina IV membuat para pemain harus kreatif menyiasati hidup. Apalagi bagi yang sudah berkeluarga. Kerja di luar sepak bola adalah pilihan yang tidak bisa ditawar lagi. Salah seorang di antaranya adalah Siswantoro, pemain Arema. Stopper yang pernah memperkuat Persebaya ini harus memutar otak untuk menghidupi keluarganya. Ya turun dalam pertandingan Galadesa, ya berdagang kecil-kecilan. Saat ditemui Jawa Pos di rumahnya kemarin, stopper kelahiran Madiun 30 tahun lalu itu menuturkan upayanya itu. ’’Sejak Ligina IV bubar, saya sering keluar-masuk kampung menawarkan minyak goreng. Kadang saya juga menawarkan pakaian, sepatu, dan jaket. Pokoknya apa saja yang bisa mendatangkan rezeki dan halal,’’ katanya.

Hasilnya cukup lumayan. ’’Artinya, bisa menambah uang belanja. Paling tidak bisa mengurangi beban istri saya yang pegawai negeri PDAM Kabupaten Malang,’’ kata suami Linda Retnowati ini.Untuk berdagang, Sis harus ’’berjuang lahir-batin.’’ Sebab, sejak awal, alumnus FPOK IKIP Budi Utomo Malang ini berkarir sebagai pemain bola. Dia mengaku sempat malu jualan door to door. ’’Lama-lama rasanya malah semakin enjoy,’’ akunya. Pada beberapa kesempatan Sis juga jalan-jalan ke plaza bersama istri dan anaknya untuk memantau harga sembako. ’’Takut harga yang saya tawarkan lebih mahal jika dibanding dengan harga di toko," tambahnya.

Meski sudah enjoy, Sis tetap berharap Ligina V segera digelar. ’’Hampir semua pemain Arema sangat mengharap Ligina V segera dimulai. Selama ini mereka banyak mengandalkan hidupnya dari bermain di Galadesa,’’ ungkapnya.

Pemain yang dibesarkan di KSI (Kedawung Setia Indonesia) Surabaya ini punya cita-cita sebagai tenaga pendidik, namun sampai sekarang belum tercapai. Sejak lulus sarjana tahun 1992 sudah lima kali mengikuti testing masuk pegawai negeri, tapi belum berhasil. ’’Tahun ini saya juga siap-siap untuk mengikuti tes lagi, mungkin September mendatang. Jika diterima mungkin saya meninggalkan sepakbola. Syukur kalau bisa menjalankan dua-duanya,’’ harapnya. (dea/ko)


BERITA DARI INTERNET AREMANIA MALANG

Apa yang akan kita jumpai kalo malem minggu uklam2 ndik Ngalam ?

  • Pusat2 pertokoan yang berjubel dan macet
  • Alun2 seperti pasar malem, aneka jajanan dan makanan bertebaran
  • Alun2 bunder depan balaikota penuh anak pacaran
  • Daerah kos2an yang 'mendadak meriah' dengan berbagai aksesori
  • Pusat2 hiburan, bisokop, diskotik sampai hiburan jalanan full house
  • Pusat2 panganan sampai antri2 dan warung2 murah meriah tutup sebelum tengah malam habis laris manis tanjung kimpul ...
  • Anak2 ABG yang nongkrong di pinggir trotoar dan tangga2 pertokoan dengan macem2 'wujud', rambut dicat, anting sederet, pakaian hitam2 dan minuman keras
  • Tengah malem sampai pagi giliran kantor polisi penuh - wts, waria, anak2 ngebut, pemabuk, copet dst.
  • Di Musium jadi tempat nongkrong kelompok Honda Bebek 70, lucu2. Biasanya bareng dengan penggemar Vespa. Di depan gereja Ijen kelompok Honda Tiger 2000 dan di depan patung buto Jl. Trunojoyo (stasiun Kota Baru) nongkrong mulai dari kana2 licek sampai ABG dan orang tua bersepeda modifikasi, pendek dan penuh aksesoris umpamanya 'tutup kepala stang motor bebek' lengkap dnegan lampunya. Di depan Kabupaten (alun2) kelompok sepda jengki sedang Moge baru dan lawas tak henti2nya sliwar sliwer di jalanan
  • Kelompok pejalan kaki juga dijumpai di mana2 dengan atribut dan pakaian yang khas ...

Pokoknya Ngalam memang mengasyikan buat uklam2 malem minggu. Sedang minggunya ganti tempat rekreasi yang penuh (koyok gak onok krismon ae),pagi hari warung2 mobil bertebaran mulai dari stadion sampai ke pengkolan2 perumahan ... duh ! Sedang minggu siang, sore dan malem jalanan jadi sepi, semua pada pilih berkumpul dengan keluarga dan handai tolan ... Ngalam memang kota yang nyaman ! Terima kasih

- Para pemberani dan cerdik pandai merubah wajah dunia -
Mas Tekeq @rema Net and arema-l mailing list about Arema Malang City Web Site


PENERBITAN BERITA AREMANIA MELALUI DUA BAHASA MASIH DIBICARAKAN

Banyak masukan didapat mengenai rencana penerbitan berita Aremania menjadi dua bahasa, pertama Aremania harus berwawasan nasional dan kebangsaan yaitu harus berbahasa Indonesia, Aremania harus mepunyai kekhasan/kearemaniaan sehingga banyak masukan yang menyarankan sebaiknya memakai bahasa Indonesia dengan saduran bahasa Malang (boso walikan).

Kirimkan saran/pendapat Anda ke alamat di atas


PESAN REDAKSI

Awas sekarang kanyab Arema uslap berkeliaran di jalan, soake Arema tetapi kadit itreng osob Ngalam. Soak diisaki karo sopo mboh gak weroh. Yang lebih tragis lagi ada banyak nawak yang mengaku dirinya Arema tetapi nuraninya kadit menunjukkan Arema babar blas ini lebih parah lagi. Untuk itu diingatkan pada nawak-nawak agar tetap waspada untuk menghindari perpecahan dalam tubuh Aremania. Sampai saat ini Aremania tetap eksis dan harus dipertahankan agar tidak mengalami distorsi (penggerusan) kearemaniaan. Aremania tidak harus terkontaminasi oleh kepentingan kelompok / politik lain.

Redaksi mohon maaf apabila dalam Berita Aremania saat ini atau sebelumnya ada hal-hal yang kurang berkenan, kesalahan pahaman, salah ketik, salah menulis nama dan lain-lainnya. Sekali lagi penulis terbuka untuk kritik dan saran demi kemajuan. Salam Arema.


Informasi dewata@infoasia.net | Index | @rema Net | arema-l untuk berlangganan


- © 1997 - @rema Net - The Net U Won't Forget